Sunday, 20 May 2018

Kisah Zinnirah


Image result for zinnirah

Mata Kasarnya Buta Tapi Mata Hatinya Celik.

Kesabaran seseorang muslim dalam mempertahankan aqidah Islam ketika menghadapi suasana penindasan yang hebat merupakan contoh kesabaran yang agung. Pegangan aqidah yang bertunjangkan tauhid kepada Allah menjadi harta yang tiada ternilai bagi setiap muslim. Ia adalah cahaya yang menyinari hidup insan dan penyelamat dalam mengharungi sengsara kacau-bilau pada hari pembalasan. Perkembangan dakwah Rasulullah S.A.W pada peringkat awal banyak dibantu oleh kesabaran kaum muslimin dan muslimat dalam mempertahankan pegangan aqidah mereka. Sikap inilah yang membuahkan hasil yang amat berharga dalam sejarah perkembangan Islam hinggalah ke hari ini. Islam masih kekal dan terus mekar dalam jiwa setiap umat Islam.

Kisah seorang muslimat sejati bernama Zinnirah adalah antara contoh terunggul pengorbanan seorang muslimah demi mempertahankan aqidah yang telah meresap ke dalam lubuk hatinya. Beliau dipilih oleh Allah untuk menerima ujian yang cukup getir. Beliau
menerima hidayah Allah pada peringkat awal dakwah Rasulullah S.A.W iaitu semasa baginda S.A.W berdakwah secara sembunyi-sembunyi di kalangan rakan karib baginda. Dalam sejarah Islam, golongan yang pertama memeluk Islam inilah yang banyak menerima ujian daripada Allah S.W.T


Zinnirah adalah seorang wanita berketurunan bangsa Rom. Beliau telah ditawan dan dijual di sebuah pasar di Mekah. Akhirnya beliau telah dibeli oleh Umar Al-Khattab untuk dijadikan hamba. Dari segi fizikalnya, Zinnirah kelihatan seorang yang lemah, tetapi dari segi spiritualnya beliau mempunyai jiwa yang cukup kental dan tabah.

Rasulullah S.A.W memulakan dakwahnya secara sembunyi-sembunyi di kalangan orang-orang tertentu termasuk golongan bawahan. Antara yang menerima cahya keimanan ini ialah Zinnirah. beliau telah menerima dengan sepenuh hati. Pada peringkat awak keislamannya, Zinnirah melakukan suruhan-suruhan islam secara sembunyi-sembunyi, takut diketahui tuannya, Umar Al-Khattab. Beliau bersolat, berzikir, membaca Al-Quran, berdoa kepada Allah dengan penuh syahdu dan keinsafan. Semuanya dilakukan secara berhati-hati.

Penderitaan ke atas Zinnirah ini bermula setelah tuannya Umar Al-Khattab mengetahui keIslamannya. Umar telah dapat menghidu perubahan yang berlaku ke atas diri hambanya itu. Setelah diselidiki, nyatalah bahawa hambanya meninggalkan agama nenek moyang dan menerima ajaran tauhid yang dibawa Nabi Muhammad S.A.W.

Umar Al-Khattab cukup terkenal dengan sikap memusuhi Rasulullah S.A.W dan agama Islam sebelum keIslamannya. Beliau selalu mencerca Muhammad S.A.W. Beliau mencabar sahabat-sahabat yang telah memeluk Islam dengan sikap berani dan tegasnya itu. Beliau sanggup menanam anak perempuannya hidup-hidup kerana malu dipandang masyarakat. Dengan sifat keberanian inilah yang telah mendorong Rasulullah S.A.W berdoa agar salah seorang daripada dua Umar di Mekah supaya memeluk Islam.

Zinnirah menjadi mangsa awal di atas sikap kebencian Umar Al-Khattab terhadap Islam dan kaum muslimin. Apalagi, teruklah Umar menyeksa dan mendera Zinnirah dengan harapan Zinnirah akan kembali kepada agama asalnya dan meninggalkan Islam. Pelbagai seksaan dikenakan terhadap Zinnirah. Pukulan, hentakan, sepak terajang, dijemur di tengah-tengah panas terik adalah rutin kehidupan biasa Zinnirah. Semuanya dihadapi dengan tenang dan sabar, di samping hati dan jiwanya bergantung penuh kepada pertolongan Allah S.W.T.

Kemuncak penderaan terhadap Zinnirah ialah apabila matanya dicucuk dengan besi panas. Beliau kehilangan kedua-dua matanya dan terpaksa mengharungi hidup dengan penuh kegelapan. Matanya buta, tetapi hati dan jiwanya penuh dengan cahaya keimanan. Iman menjadi penyuluh hidupnya dalam kesengsaraan azab dari tuannya.

"Ini untukmu Ya Allah. Aku mengharungi kesengsaraan ini untuk mendapat kesenangan di akhirat kelak. Perjuangan ini sememangnya berat, selalu menderita dan sengsara kerana aku sedar untuk mendapat syurga. aku terpaksa menagih ujian berat, sedangkan neraka itu dipagari oleh pelbagai kesenangan." Inilah rintihan hati Zinnirah kepada Allah S.W.T ketika bermunajat kepada Allah di setiap malam sebagai penawar jiwa di atas segala kesusahan yang dia
hadapi. Jiwanya semakin kukuh. Imannya semakin teguh.

Pengorbanan Zinnirah mendapat cercaan kaum musyrikin Mekah. Pelbagai cacian dilemparkan kepadanya. Mereka mengatakan Zinnirah buta kerana dilaknat oleh tuhan Latta dan Uzza. Mereka mencabarnya kerana Zinnirah mempertahankan diri dengan mengatakan dirinya buta bukan kerana tuhan mereka, sebaliknya ia adalah perbuatan Umar dan Allah mengizinkan ianya berlaku.

Walaupun diuji dengan pelbagai rupa, keyakinannya kepada Allah tidak berubah. Allah memberi karamah kepadanya. Matanya yang buta itu dapat melihat kembali dengan karamah Allah S.W.T. Dia dapat menikmati semula keindahan ciptaan Allah S.W.T. dengan penuh kesyukuran kepada Allah dan imannya semakin tinggi.

Dengan taufiq hidayah Allah, Umar akhirnya memeluk Islam jua.

Tuesday, 17 January 2017




Kisah Agung Iskandar Zulkarnain


Dialah Raja Muslim yang sangat berkuasa namun saleh. Daerah taklukannya membentang dari bumi bagian barat sampai timur. Ia mendapat julukan Iskandar “Zulkarnain”. “Zul”, artinya “memiliki”, Qarnain, artinya “Dua Tanduk”. Maksudnya, Iskandar yang memiliki kekuasaan antara timur dan barat.


Dia juga telah membangun dinding besar berteknologi tinggi untuk ukuran saat itu, diantara dua Gunung. Para ahli sejarah meyakini, dinding tersebut terbuat dari besi yang dicampur dengan tembaga itu terletak tepat di pengunungan Kaukasus. Daerah itu kini disebut Georgia, negara pecahan Uni Soviet.
Secara topografis, deretan pegunungan Kaukasus itu memang terlihat memanjang dari laut Hitam sampai ke laut Kaspia sepanjang 1.200 kilometer tanpa celah. Kecuali pada bagian kecil sempit yang disebut celah Darial sepanjang 100 Meter kurang lebih. Pada bagian celah itulah Zulkarnain membangun tembok penghalang dari Ya’juj dan Ma’juj.
Kisah ketokohan Iskandar Zulkarnain ini juga tertulis dalam catatan sejarah orang-orang barat. Dalam catatan tersebut diceritakan bagaimana ia berjaya meluaskan daerah taklukannya dalam masa yang sangat singkat. Oleh karena kejayaannya ini, ia diberi gelar “Alexander The Great”, Alexander Yang Agung”. Belakangan cerita ini diadaptasi ke film layar lebar oleh Sutradara Amerika Serikat, Oliver Stone, dengan judul Alexander The Great.
Namun cerita dari orang-orang barat tersebut sangat bertentangan dengan yang disebutkan dalam Al-Qur’an. Para Mufasir menyatakan, “Alexander The Great” adalah orang yang berbeda dengan tokoh yang di tulis dalam Al-Qur’an, Yakni, Iskandar Zulkarnain. Alexander Thr Great itu dalam sejarahnya tidak diberitakan pernah membangun sebuah dinding besar berteknologi tinggi untuk ukuran saat itu, yang terbuat dari besi dicampur tembaga. Bahkan, ia adalah seorang musyrik. Sejarah tidak mencatatnya sebagai seorang Raja Muslim yang taat kepada agama Tauhid.
Sejarawan Muslim yang juga ahli tafsir, Ibnu Katsir, dalam kitabnya Al-Bidayah Wan Nihayah menjelaskan, meski punya nama yang sama dan plot cerita yang sama, yaitu kekuasaannya membentang dari Barat sampai ke Timur, keduanya adalah sosok yang berbeda. Antara mereka terbentang jarak dan waktu sampai 2000 tahun. “Hanya mereka yang tidak mengerti sejarah yang bisa terkecoh oleh identitas kedua orang itu,” katanya.
Ibnu Katsir lebih jauh menjelaskan, Zulkarnain adalah nama gelar atau julukan seorang penglima penakluk sekaligus Raja saleh. Karena kesalehannya ia selalu mengajak manusia untuk menyembah Allah. Namun mereka ingkar, malah memukul tanduknya – Qarnun, yaitu rambut kepala yang di ikat – sebelah kanan, hingga ia mati. Lalu Allah menghidupkannya kembali, dan ia pun kembali berdakwah. Tetapi sekali lagi tanduknya yang kiri dipukul, sehingga ia mati lagi. Allah SWT menghidupkannya kembali dan menjulukinya Zulkarnain, pemilik duaTanduk, serta memberinya kekuasaan.


Cerita yang sama juga di jumpai dalam kitab Jami Al-Bayan fi Tafsir Al-Qur’an, karangan Syekh Al-Aiji Asy-Syafi’i. Dalam kitab tersebut disebutkan, Zulkarnain adalah seorang hamba yang taat kepada Allah dan mengajak kaumnya menyembah Allah. Lalu mereka memukul tanduknya yang kanan hingga mati. Kemudian Allah menghidupkannya lagi, dan dia kembali mengajak kaumnya mengesakan Allah. Tetapi mereka malah memukul tanduknya yang kiri hingga mati lagi. Lalu Allah menghidupkannya lagi dan menganugrahinya kekuasaan yang tak tertandingi. Oleh karena itu ia dijuluki Zulkarnain.
Di samping kedua kitab tersebut, Mufassir Muslim Ibnu Jarir Ath-Thabari juga mengisahkannya dalam kitab tafsir Ath-Thabari. Dikatakan, Iskandar Zulkarnain adalah seorang laki-laki yang berasal dari Romawi, ia anak tunggal seorang yang paling miskin diantara penduduk kota. Namun dalam pergaulan sehari-hari, ia hidup dalam lingkungan kerajaan, bergaul dengan para perwira dan berkawan dengan wanita-wanita yang baik dan berbudi serta berakhlak mulia.
Imam Al-Qurtubi dalam kitab tafsir Al-Qur’annya yang populer, Tafsir Al-Qurtubi, menceritakan, sejak masih kecil dan masa pertumbuhannya Iskandar berakhlak mulia. Melakukan hal-hal yang baik sehingga terangkat nama baiknya. Ia juga menjadi mulia di kalangan kaumnya, sehingga Allah berkenan memberinya kewibawaan.

Setelah mencapai usia akil balig, Iskandar menjadi seorang hamba yang saleh, sehingga Allah Berfirman, “Wahai Zulkarnain, Sesungguhnya aku mengutusmu kepada umat-umat di bumi. Mereka adalah umat yang berbeda-beda bahasanya dan mereka adalah umat yang berada disegala penjuru bumi. Mereka terbagi dalam beberapa golongan.”
Mendapat amanat tersebut, Zulkarnain lalu berkata, “Wahai Tuhanku, Engkau telah menugasiku melakukan seuatu hal yang aku tidak kuasa melakukannya kecuali engkau sendiri, maka beritahukan kepadaku tentang umat-umat itu, dengan kekuatan apa aku bisa melawan mereka? Dengan kesabaran apa aku bisa menahan mereka? Dan dengan bahasa apa aku harus bicara dengan mereka? Bagaimana pula aku bisa memahami bahasa mereka sedangkan aku tidak mempunyai kemampuan.”

Kemudian Allah SWT berfirman”Aku membebanimu sesuatu yang kamu mampu melakukannya, aku akan melapangkan pendengaran dan dadamu hingga kamu bisa mendengar dan memperhatikan segala sesuatu. Memudahkan pemahamanmu sehingga kamu bisa memahami segala sesuatu, meudahkan lidahmu, hingga kamu bisa berbicara tentang sesuatu, membukakan penglihatanmu, sehingga kamu bisa melihat segala sesuatu, melipatgandakan kekuatanmu hingga tak terkalahkan oleh sesuatu apapun, menyingsingkan lenganmu, hingga tidak ada sesuatupun yang berani meyerangmu, menguatkan hatimu, hingga kamu tidak takut pada apapun, menguatkan kedua tanganmu hingga kamu bisa menguasai segala sesuatu, menguatkan pijakanmu hingga kamu bisa mengatasi segala sesuatu, memberimu kemuliaan hingga tidak ada apapun yang menakutimu, menundukkan untukmu cahaya dan kegelapan dan menjadikan salah satu tentaramu. Cahaya itu akan menjadi petunjuk di depanmu, dan kegelapan itu akan berkeliling di belakangmu.
Sejak kecil, Iskandar sudah tidak senang melihat peperangan antara timur, yaitu kerajaan Persia, dan Barat, Kerajaan Romawi. Perang itu tak ada hentinya dari tahun ke tahun, malah dari abad ke abad. Ribuan manusia tewas, kerugian harta benda tak terhitung lagi jumlahnya, apalagi kerusakan lingkungan hidup, merugikan manusia itu sendiri.
Untuk menghentikan permusuhan antara timur dan barat, Iskandar bercita-cita mendirikan sebuah kerajaan yang dapat menyatukan wilayah timur dan barat.
Iskandar pun tumbuh menjadi manusia dewasa yang saleh, berakhlak dan berbudi tinggi. Atas segala kesalehannya itu, Allah mengaruniakan kepadanya segala kelebihan yang dimiliki oleh seorang pemimpin, lalu Allah memerintahkan untuk menyeru manusia kepada agama tauhid.
Mula-mula dengan tentaranya yang lengkap dan kuat, dia menuju ke barat wilaya Maroko, tempat terbenamnya matahari. Dilihatnya matahari itu terbenam di mata air yang berlumpur, lautan Atlantik sekarang ini.
Di situ ia bertemu dengan bangsa yang senantiasa berbuat kerusakan dan kejahatan. Bukan saja merusak permukaan bumi dan mengacaukannya, tetapi juga sudah menjadi tabiat mereka suka membunuh orang-orang yang tidak bersalah sekalipun. Bahkan mereka tidak beragama.
Sebelum melakukan tindakan, terlebih dahulu Iskandar menadahkan tangannya ke langit, memohon petunjuk kepada Allah, tindakan apa sebaiknya yang harus dilakukan terhadap bangsa yang begitu kejam, apakah bangsa itu akan digempurnya habis-habisan, atau akan dibiarkan begitu saja?
Allah lalu memberinya dua pilihan: digempur habis-habisan sebagai balasan atas kekejaman mereka, atau di ajar dan didik agar mereka kembali kepada kebenaran dan menyembah Allah serta meninggalkan segala kejahatan.
Iskandar Zulkarnain memutuskan menggempur mereka yang durhaka dan jahat, sedangkan orang yang baik akan dilindungi. Sebelumnya ia berkata kepada bangsa tersebut, “Siapa yang aniaya, akan kami siksa dan dikembalikan kepada Tuhan, agar Tuhan memberikan siksa yang lebih pedih lagi. Adapun orang-orang yang saleh dan baik, akan kami lindungi, dan kepadanya kami hanya akan memerintahkan kewajiban-kewajiban yang ringan.”

Kemudian tentaranya bergerak menewaskan setiap orang yang kejam, melindungi setiap orang yang baik. Akhirnya negeri itu dapat diamankan dan di tentramkan serta di atur sebaik-sebaiknya, penuh dengan kehidupan bahagia dan makmur,
Setelah selesai menunaikan kewajiban terhadap bangsa dan negeri itu, Iskandar dengan tentaranya menuju ke arah timur, India. Dilihatnya matahari di atas bangsa yang musyrik, yang menyembah banyak tuhan, yaitu bangsa Hindustan.
Bangsa dan negeri itu pun dapat ditaklukkan, diamankan dan ditentramkannya, serta diatur sebaik-baiknya sehingga setiap orang dapat merasakan hidup aman, tentram dan bahagia. Bangsa itu juga dapat dikeluarkan dari lembah kesesatan.
Selesailah sudah kewajibannya terhadap bangsa dan negeri itu. Ia lalu menuju ke utara, negeri Armenia, melalui Persia dan Azarbaijan. Kemenangan demi kemenangan dicapainya selama dalam perjalanan itu, akhirnya sampailah di suatu tempat, di sana ia bertemu dengan suatu bangsa yang selalu dalam ketakutan dan ke khawatiran, karena ternyata negeri itu berbatasan dengan bangsa Ya’juj dan Ma’juj yang terkenal kuat dan kejam. Bukan sekali dua kali saja, tetapi seringkali bangsa Ya’juj dan Ma;juj itu datang menyerang mereka, menghancurkan apa saja yang didapatinya dan membunuh siapa saja yang dijumpainya.
Kedatangan Iskandar ini, mereka sambut dengan segala kehormatan dan kegembiraan, karena mereka tahu dari kabar yang beredar bahwa Iskandar adalah Raja yang kuat dan paling adil di muka bumi ini.
Lalu mereka meminta bantuan kepada Iskandar, agar dilindungi dari serangan Ya’juj dan Ma’juj. Mereka memohon supaya antara negeri mereka dan negeri Ya’juj dan Ma’juj dibangun dinding raksasa yang tidak dapat ditembus. Sebagai imbalannya mereka sanggup membayar mahal Iskandar.
Mendengar permohonan itu, Iskandar Zulkarnain menjawab, “Saya tidak mengharapkan upah dari kalian, nikmat dan pemberian Tuhanku lebih berharga daripada upah itu. Hanya kepada kalian saya minta kaum pekerja dan alat-alatnya: besi, tembaga, arang batu dan kayu.”
Setelah semuanya terkumpul, ia mulai bekerja dengan bantuan para pekerja. Mula-mula menyalakan api dengan kayu dan arang batu, diambilnya besi, lalu dileburkannya dengan api, setelah besi itu mencair, dituangkannya tembaga, dan diaduk menjadi satu. Dengan bahan campuran inilah di dirikan dinding raksasa antara negeri itu dan negeri Ya’juj dan Ma’juj. Dinding besi raksasa itu tidak dapat di tembus dan di lubangi oleh siapapun dan oleh apapun.
“Dinding ini adalah rahmat dari Tuhan kepada kalian, hanya tuhanlah yang dapat menembus dinding ini, jika dikehendakinya,” kata Iskandar. Maka aman dan tentramlah negeri tersebut.
Iskandar Zulkarnain dapat menaklukkan negeri-negeri yang terbentang antara timur dan barat. Dengan demikian cita-citanya untuk mempersatukan kerajaan di timur dan barat tercapai. Negeri yang berada di bawah kekuasaannya, antara lain Maroko, Romawi, Yunani, Mesir, Persia dan India.
Berkat ilmu dan pengetahuannya yang luas, serta dasar ketuhanan yang selalu dipagang teguh dalam mendirikan kerajaan yang besar itu. Penduduknya hidup dengan aman, tentrem dan makmur. Kebesaran dan kejayaan itu tidak membuatnya buta dan lupa akan nikmat yang diberikan Allah SWT.
Menurut Khair Ramdhan Yusuf, dalam bukunya Iskandar Zulkarnain, Panglima Perang, penakluk dan pemerintah yang saleh, kajian terperinci menurut Al-Qur’an, Sunah dan Sejarah, terbitan Malaysia, ada empat sosok yang berkaitan dengan nama Iskandar Zulkarnain. Yaitu, Iskandar Macedonia, Zulkarnain Al-Hamiri, Raja Himyar, seorang lelaki saleh pada zaman Nabi Ibrahim, dan Kursh Al-Akhmini Al-Farisi.
Kendati begitu kita dapat membaca dengan jelas kisah Iskandar Zulkarnain ini dalam Al-Qur’an Surah Al-Kahfi ayat 83 sampai 98, yang artinya, “Mereka akan bertanya kepadamu Muhammad, tentang Zulkarnain. Katakanlah, “Aku akan bacakan kepadamu cerita tentangnya.”
“Sesungguhnya kami telah memberi kekuasaan kepadanya di bumi, dan kami telah menberikan kepadanya jalan untuk mencapai segala sesuatu, maka ia pun menempuh jalan tersebut. Hingga apabila telah sampai ke tempat terbenamnya matahari, ia melihat matahari terbenam di dalam laut yang berlumpur hitam, dan ia mendapatinya di situ segolongan umat”.
Kami berkata, “Hai Zulkarnain kamu boleh menyiksa atau berbuat kebaikan terhadap mereka.”

Berkata Zulkarnain, “Adapun orang yang aniaya, kami kelak akan mengazabnya, kemudian ia kembali kepada Tuhannya, lalu tuhan mengazabnya dengan azab yang tiada taranya. Adapun orang yang beriman dan beramal saleh, baginya pahala yang terbaik sebagai balasan, dan akan kami titahkan kepadanya yang mudah dari perintah-perintah kami.”
Kemudian ia menempuh jalan lagi, hingga apabila telah sampai ke tempat terbitnya matahari ia mendapati matahari yang menyinari segolongan umat yang kami tidak menjadikan bagi mereka sesuatu yang melindunginya dari matahari itu.”
Demikianlah, dan sesungguhnya ilmu kami meliputi segala apa yang ada padanya, Zulkarnain. Kemudian ia menempuh suatu jalan lagi, sehingga apabila telah sampai diantara dua buah gunung ia mendapati kedua bukit itu suatu kaum yang hampir tidak mengerti pembicaraan.
Mereka berkata, “Hai, Zulkarnain sesungguhnya Ya’juj dan Ma’juj itu orang-orang yang membuat kerusakan di muka bumi, maka dapatkah kami memberikan sesuatu pembayaran kepadamu, supaya kamu membuat dinding antara kami dan mereka?”
Zulkarnain berkata, “apa yang telah dikuasakan oleh Tuhanku kepadaku adalah lebih baik, maka tolonglah aku dengan kekuatan agar aku membuatkan dinding antara kamu dan mereka, berilah aku potongan-potongan besi.”
Hingga ketika besi itu telah sama rata dengan kedua gunung itu, berkatalah Zulkarnain, “Tiuplah, dan katika besi itu sudah
Maka mereka, Ya’juj dan Ma’juj tidak bisa mendakinya, dan mereka tidak bisa melubanginya.
Zulkarnain berkata, “Ini adalah rahmat dari Tuhanku. Maka apabila sudah datang janji tuhanku, dia akan menjadikannya hancur luluh, dan janji Tuhanku itu adalah benar.”
Sungguhpun kekuasaan dan keperkasaannya tak tertandingi, akhlak dan hatinya selembut sutra, hingga karenanya ia mudah menyerap bukti kebenaran Ilahi. Imam Al-Ghazali dalam kitabnya Ihya Ulumuddin, menceritakan, suatu ketika Iskandar Zulkarnain mendatangi suatu kaum yang tidak memiliki harta benda apapun yang bisa di nikmati. Lalu ia mengirim surat kepada Raja mereka dan berpesan agar Raja bersedia membalas suratnya.
Namun Raja itu menolak permintaan Zulkarnain, malah sebaliknya, ia berkata, jika Zulkarnain merasa ada kepentingan dengannya, sebaiknya dialah yang datang menemuinya.
Maka Zulkarnain pun pergi menemui Raja mareka, “Aku telah mengirimkan surat kepadamu dan memintamu datang kepadaku, tetapi kamu menolak, maka aku datang kepadamu,” kata Zulkarnain setelah sampai di istana Raja.
Sang Raja pun berkata, “Seandainya aku membutuhkanmu, aku pasti akan datang kepadamu.”
Sebagaimana jika aku melihatmu berada dalam suatu keadaan yang tak pernah dialami oleh siapapun?” tanya Zulkarnain.
“Apa itu?” sang Raja balik bertanya. “Kalian tidak memiliki harta dunia apapun. Kenapa kalian tidak memiliki emas dan perak hingga kalian bisa menikmatinya?” balas Zulkarnain.
“Tetapi kami membenci dua hal tersebut, karena seorang tidak mendapat apapun dari emas dan perak itu, kecuali hanya menginginkannya lebih dari itu,” jawab raja itu dengan tangkas.
Zulkarnain melanjutkan pertanyaannya, “Apa maksud kalian menggali kuburan lalu setelah itu kalian menjaganya, membersihkannya, dan sembahyang di sana?”
Raja itu kembali menjawab, “Kami ingin, jika kami memandang kuburan-kuburan itu dan mengharapkan dunia, kuburan-kuburan itu akan menghalangi kami dari harapan itu.”
Zulkarnain bertanya lagi, “Aku melihat kalian tidak memiliki makanan kecuali sayur sayuran, kenapa kalian tidak memiliki hewan ternak, hingga kalian dapat memerah susunya, menungganginya dan menikmatinya?”

Mereka menjawab, “Kami tidak suka menjadikan perut kami sebagai kuburan bagi binatang itu. Dan kami melihat di dalam tumbuh-tumbuhan itu faedah yang besar. Cukuplah anak adam memiliki kehidupan yang rendah karena makanan. Dan makanan apa saja yang melewati rahang bawah kami rasanya sama saja seperti makanan yang pernah kami makan sebelumnya.”
Setelah Zulkarnain meninggalkan raja itu dengan kagum dan menjadikan penjelasannya sebagai sebuah nasehat yang berharga.
Dalam setiap perjalananya, Zulkarnain selalu memperlakukan bangsa dan suku yang ditaklukkannya dengan amat baik dan santun. Tak mengherankan jika ia menuai kesuksesan dan selalu mendapatkan dukungan dari daerah yang telah di kuasainya.
Selain itu, Zulkarnain juga didampingi seorang penasihat kerajaan yang baik dan sangat luas pengetahuannya, yang tiada lain adalah Nabi Khidir AS.

Sebagian ulama menyebut, Allah SWT menurunkan wahyu kepada Nabi Khidir AS, lalu mengajarkan Wahyu tersebut kepada Zulkarnain.
Seorang mufassir lain, Al-Alusi, dalam kitab tafsirnya Ruhul Ma’ani, berkata, “Mungkin Khidir adalah salah satu pembesar kerajaan, seperti perdana mentrinya, karena tidak tertutup kemungkinan bahwa Zulkarnain bermusyawarah dengan orang lain saat menghadapi suatu masalah. Sebab pada saat itu, istilah yang dikenal untuk menyebut orang pandai, termasuk Nabi, adalah “Ahli Hikmah”. selain itu, pada masa-masa dahulu, para Nabi juga sering disebut dengan istilah “Orang bijak,” atau “Hakim”.
Wahab bin Munabbah dalam kitabnya At-Tijan mengisahkan, pada suatu ketika Nabi Khidir AS berkata kepada Zulkarnain, Wahai Tuanku, tuan membawa suatu amanat yang seandainya diberikan kepada langit, langit itu akan runtuh, jika diberikan kepada Gunung, maka Gunung itu akan roboh, dan jika diberikan kepada Bumi, maka bumi itu akan terbelah. Tuanku telah diberi kesabaran dan kemenangan. Tuanku akan melihat suatu kaum yang menyembah sesama manusia dan mereka adalah musuh-musuh Allah, yaitu Ya’juj dan Ma’juj. Allah adalah penuntut tidak akan terkelabui oleh orang-orang yang melarikan diri, dan tidak akan dikalahkan oleh orang yang “Menang”.
Kata Nabi Khidir lagi, “Wahai tuanku, ambillah apa yang telah diberikan Allah SWT kepada tuan dengan keteguhan hati dan sungguh-sungguh. Jadikanlah kesabaran sebagai pakaian, kebenaran sebagai pegangan hidup, dan takut kepada Allah sebagai perlindungan yang menumbuhkan amal pada tuan, dan tuan akan tenang dari ketakutan akan datangnya ajal. Ambillah pedang Allah dengan tangan tuan, karena tidak ada orang yang dapat menolong dan tidak ada orang yang dapat mencegah kemenangan. Cukuplah bagi tuan, Allah sebagai penolong tuan.”

Dalam Almuhadlarah al-Awali, kitab yang dikutip Ibnu Katsir, disebutkan, suatu ketika Nabi Ibrahim AS bertemu dengan Zulkarnain di Mekah. Nabi Ibrahim Memeluk dan menjabat tangan Zulkarnain serta memberinya bendera. Lalu ia mengikuti syariat yang dibawa oleh Nabi itu dan menyeru kepada manusia agar berpegang teguh pada syariat tersebut.
Hal ini dikuatkan kembali oleh sebuah hadis yang diriwayatkan oleh salah seorang sahabat Nabi SAW, Ubaid bin Umair dan anaknya, Abdullah, yang menyatakan, selama masa jayanya, Iskandar Zulkarnain pernah melaksanakan haji dengan berjalan kaki. ketika Nabi Ibrahim mendengar berita tersebut, beliau menemuinya seraya menyeru kepada agama Tauhid dan memberikan beberapa nasehat. Nabi Ibrahim juga membawakan Zulkarnain seekor kuda agar dinaikinya. Akan tetapi Zulkarnain menolak, seraya berkata, “Saya tidak akan menaiki suatu kendaraan di suatu tempat yang di dalamnya ada Ibrahim Al-Khalil, yang dikasihi Allah.

” Wallahu a'lambishowaf...








Hadis Mengenai Sultan Muhammad Al-Fateh



Sabda Rasulullah SAW ketika menggali parit dalam peperangan Khandaq:

"... Konstantinopel (kini Istanbul) akan jatuh ke tangan tentera Islam. Rajanya adalah sebaik-baik raja, tenteranya adalah sebaik-baik tentera ..."



(Hadis Riwayat Imam Ahmad)

Umat Islam berlumba-lumba membebaskan Konstantinopel untuk mendapatkan penghormatan yang dijanjikan oleh Allah SWT dalam hadis tersebut. Walau bagaimanapun, kesemua kempen yang dilancarkan menemui kegagalan. Di antaranya, lima kempen di zaman Kerajaan Umaiyyah, satu kempen di zaman Kerajaan Abbasiyyah dan dua kempen di zaman Kerajaan Uthmaniyyah.

Dalam salah sebuah kempen semasa zaman Kerajaan Umaiyyah, seorang sahabat Nabi SAW iaitu Abu Ayyub Al-Ansary RA telah syahid dan dimakamkan di bawah dinding kubu Kota Constantinople di atas wasiatnya sendiri. Apabila ditanya kenapa beliau ingin dimakamkan di situ maka beliau menjawab, "Aku ingin mendengar derapan tapak kaki kuda sebaik-baik raja yang akan mengetuai sebaik-baik tentera semasa mereka membebaskan Konstantinopel". Begitulah teguhnya iman seorang sahabat besar Nabi SAW.

Hadis Nabi SAW ini direalisasikan hampir 800 tahun kemudiannya oleh Sultan Muhammad Al-Fateh, khalifah ke-7 Kerajaan Uthmaniyyah dengan 150,000 orang tenteranya.

Siapakah Sultan Muhammad Al-Fateh? Apakah kehebatan baginda dan tentera-tenteranya sehingga disebut "sebaik-baik raja" dan "sebaik-baik tentera" dalam hadis tersebut?

Biodata Ringkas

Baginda Sultan Muhammad Al-Fateh dilahirkan pada 29 Mac 1432 Masihi di Adrianapolis (sempadan Turki – Bulgaria). Walau bagaimanapun, sejarah hidup baginda sebenarnya telah bermula hampir 800 tahun sebelum kelahirannya kerana telah disebut sebagai "sebaik-baik raja" di dalam Hadis tadi. Baginda juga dikenali dengan gelaran Muhammad Al-Fateh kerana kejayaannya membebaskan Konstantinopel.

Baginda menaiki takhta ketika berusia 19 tahun dan memerintah selama 30 tahun (1451 – 1481). Baginda merupakan seorang negarawan ulung dan panglima tentera agung yang memimpin sendiri 25 kempen ketenteraan. Baginda mangkat pada 3 Mei 1481 akibat sakit gout. Ada ahli sejarah berpendapat baginda mangkat diracun.

Pendidikan

Baginda menerima pendidikan yang menyeluruh dan bersepadu. Dalam bidang keagamaan, gurunya adalah Syeikh Shamsuddin Al-Wali dikatakan daripada keturunan Sayyidina Abu Bakar As-Siddiq RA. Dalam ilmu peperangan pula, baginda diajar tentang taktik peperangan, memanah dan menunggang kuda oleh panglima-panglima tentera.

Dalam bidang akademik pula, baginda adalah seorang cendekiawan ulung di zamannya yang fasih bertutur dalam tujuh bahasa iaitu Bahasa Arab, Latin, Greek, Serbia, Turki, Parsi dan Hebrew. Dalam bidang ilmu pemerintahan pula, ayahandanya Sultan Murad II, dengan tujuan mendidik, semasa pergi bersuluk ke Pulau Magnesia, telah melantik baginda yang baru berusia 12 tahun memangku jawatan Khalifah. Dalam usia semuda ini baginda telah matang menangani tipu helah musuh.

Keperibadian

Baginda sentiasa bersifat tawaduk. Semasa membina Benteng Rumeli Hissari, baginda membuka baju dan serbannya, mengangkat batu dan pasir hingga ulama-ulama dan menteri-menteri terpaksa ikut sama bekerja. Baginda seorang yang sentiasa tenang, pendiam, berani, sabar, tegas dan kuat menyimpan rahsia pemerintahan. Baginda sangat cintakan ulamadan selalu berbincang dengan mereka mengenai permasalahan negara.

Persiapan Awal Membebaskan Konstantinopel

Selama 2 tahun selepas menaiki takhta, Baginda mengkaji pelan Kota Kostantinopel setiap malam bagi mengenal pasti titik kelemahannya. Baginda juga mengkaji sebab-sebab kegagalan kempen-kempen terdahulu serta berbincang dengan panglima-panglima perangnya tentang tentang strategi yang sesuai untuk digunakan.

Baginda mengarahkan dibina peralatan perang termoden seperti meriam besar yang boleh menembak bom seberat 300 kg sejauh 1 batu. Benteng Rumeli Hissari dibina di tebing sebelah Eropah, lebih kurang 5 batu dari Kota Constantinople di mana Selat Bosphorus adalah yang paling sempit. Ia dibina bertentangan dengan Benteng Anadolu Hisar di tebing sebelah Asia yang telah dibina oleh Sultan Bayazid Yildirim dahulu. Benteng ini mengawal rapi kapal-kapal yang melintasi Selat Bosphorus. Perjanjian damai dibuat dengan pihak Wallachia, Serbia dan Hungary untuk memencilkan Konstantinopel apabila diserang nanti.

Baginda membawa bersama para ulama dan pakar motivasi ke medan perang bagi membakar semangat jihad tenteranya. Sebaik sahaja menghampiri dinding kubu Kota Konstantinopel, baginda mengarahkan dilaungkan azan dan solat berjemaah. Tentera Byzantine gentar melihat 150,000 tentera Islam bersolat di belakang pemimpin mereka dengan laungan suara takbir memecah kesunyian alam.

Melancarkan Seragan ke atas Konstantinopel

Setelah segala persiapan lengkap diatur, baginda menghantar utusan kepada Raja Bizantin meminta beliau menyerah. Keengganan Raaja Bizantin menyerah mengakibatkan kota tersebut dikepung. Pada 19 April 1453, serangan dimulakan. Kota tersebut hujani peluru meriam selama 48 hari. Setengah dinding luarnya rosak tetapi dinding tengahnya masih teguh.

Menara Bergerak

Seterusnya Baginda mengarahkan penggunaan menara bergerak yang lebih tinggi dari dinding kubu Byzantine dan memuatkan ratusan tentera. Tentera Byzantin berjaya memusnahkan menara tersebut setelah ianya menembusi dinding tengah kubu mereka.

Bantuan Dari Pope Vatican

Pope di Rome menghantar bantuan 5 buah armada yang dipenuhi dengan senjata dan tentera. Perairan Teluk Golden Horn direntang dengan rantai besi untuk menghalang kemaraan armada Uthmaniyyah. Ini menaikkan semula semangat tentera Bizantin.

Melancarkan Kapal Perang dari Puncak Gunung

Kegembiraan mereka tidak lama. Keesokan paginya, mereka dikejutkan dengan kehadiran 72 buah kapal perang Uthmaniyyah di perairan Teluk Golden Horn. Ini adalah hasil kebijaksanaan Baginda mengangkut kapal-kapal ke atas gunung dan kemudian diluncurkan semula ke perairan Teluk Golden Horn. Taktik ini diakui sebagai antara taktik peperangan (warfare strategy) yang terbaik di dunia oleh para sejarawan Barat sendiri. Kapal-kapal itu kemudiannya membedil dinding pertahanan belakang kota.

Kapal-kapal perang tentera Bizantin habis terbakar dek bedilan meriam Uthmaniyyah. Pertahanan Bizantin menjadi semakin lemah. Baginda mengambil kesempatan pada malamnya dengan memberikan semangat kepada tenteranya serta mengingatkan mereka kepada hadis Rasulullah SAW dan bersama-sama berdoa kepada Allah SWT.

Memanjat dan Melastik Dinding Kota

Keesokan paginya tentera Uthmaniyah cuba memanjat dinding dalam kubu dengan tangga dan cuba merobohkannya dengan lastik besar. Tentangan sengit pihak Bizantin menyebabkan ramai yang syahid. Baginda memerintahkan tenteranya berundur dan bedilan meriam diteruskan sehingga tengah hari.

Karisma Seorang Pemimpin

Pengepungan selama 53 hari tanpa sebarang tanda-tanda kejayaan telah menimbulkan rasa bosan dan menghilangkan keyakinan tentera Baginda. Pada saat yang genting ini baginda berucap menaikkan semangat tenteranya, "Wahai tenteraku, aku bersedia untuk mati di jalan Allah. Sesiapa yang mahu syahid ikutlah aku".

Mendengarkan itu, Hasan Ulubate, salah seorang tentera baginda mengetuai sekumpulan kecil 30 tentera membuka dan melompat masuk ke dalam kubu musuh lantas memacak bendera Islam di situ. Mereka kesemuanya gugur syahid setelah dihujani anak panah musuh. Kemudian tentera-tentera Islam menyerbu bertali arus menembusi barisan pertahanan Bizantin sambil melaungkan kalimah Allahu Akbar.

Penawanan Constantinople

Pada 29 Mei 1453, Kota Konstantinopel jatuh ke tangan Islam. Baginda menukar namanya kepada Islambol (Islam keseluruhan) . Gereja Besar St. Sophies ditukar kepada Masjid Aya Sofiya. Baginda dengan tawaduknya melumurkan tanah ke dahinya lalu melakukan sujud syukur. Semenjak peristiwa inilah Baginda diberi gelaran "Al-Fateh" iaitu yang bermaksud "pembuka" atau "penakluk" lantaran kejayaannya membebaskan Konstantinopel.

Sebaik-baik Raja dan Sebaik-baik Tentera

Pada kali pertama solat Jumaat hendak didirikan, timbul pertanyaan siapa yang layak menjadi imam. Baginda memerintahkan kesemua tenteranya termasuk dirinya bangun lantas bertanya, "Siapa di antara kita sejak baligh hingga sekarang pernah meninggalkan solat fardhu walau sekali, sila duduk!" Tiada seorang pun yang duduk, kerana tidak seorang pun di antara mereka pernah meninggalkan solat fardhu.

Baginda bertanya lagi, "Siapa di antara kita yang sejak baligh hingga kini pernah meninggalkan solat sunat rawatib, sila duduk!" Sebahagian daripada tenteranya duduk.

Kemudian baginda bertanya lagi, "Siapa di antara kamu sejak baligh hingga ke saat ini pernah meninggalkan solat tahajjud walaupun satu malam, sila duduk!" Kali ini semuanya duduk, kecuali Sultan Muhammad Al-Fateh sendiri. Baginda tidak pernah meninggalkan solat fardhu, solat sunat rawatib dan solat tahajjud sejak baligh. Baginda sebaik-baik raja yang telah diisyaratkan oleh Rasulullah SAW dalam hadisnya itu.

Dinihari kita cukup ketandusan pemimpin yang berjiwa rakyat serta berkarisma seperti Sultan Muhammad Al-Fateh untuk mengembalikan ketamadunan dan kegemilanagan ISLAM ini kembali. Ayuh, kita mulakan langkah menakluk diri seperti mana Sultan Muhammad Al-Fateh telah berusaha menakluk kota hebat Konstantinopel.

Sunday, 1 March 2015


KISAH AJAIB SEBATANG TAMAR YANG MENDIDIK JIWA





Masjid An-Nabawi juga tidak terlepas daripada kisah ajaib ini. Antaranya sebatang pokok tamar yang menangis. Mengapa pokok ini boleh menangis?.

Diriwayatkan daripada Jabir bin Abdullah bahawa pada masa itu masjid Rasulullah ﷺ beratap pelepah pokok tamar @ kurma. Jika Rasulullah ﷺ berkhutbah, baginda berdiri di atas salah satu batang pokok tamar. Oleh kerana jumlah umat Islam bertambah ramai, maka dicadangkan dibina mimbar agar jemaah majlis yang berada di belakang dapat melihat Rasulullah ﷺ ketika berkhutbah.

Cadangan Saidina Abu Bakar As-Sidiq ra supaya dibina mimbar yang baru diterima Rasullulah ﷺ. Lalu para sahabat pun membuat mimbar daripada kayu yang mempunyai 3 anak mata tangga. Apabila mimbar yang baru itu siap, Rasulullah ﷺ pun mula memberikan khutbah di atas mimbar baru tersebut, malah Nabi merasa selesa dengan mimbar yang baru itu lalu tidak menggunakan lagi batang tamar yang sering Baginda gunakan sebelum ini.

Namun, ketika Rasullullah ﷺ menggunakan mimbar baru itu, kedengaran suara rintihan seperti tangisan unta kehilangan anak yang semakin lama semakin kuat hingga menggoncangkan tanah yang terus bergetar sehingga para sahabat pun bertanya-tanya.

Rupa-rupanya, suara tangisan sedih itu datangnya daripada batang pokok tamar usang yang dulunya sering kali digunakan oleh Rasullullah ﷺ.

Rindukan Rasulullah ﷺ

Rasulullah ﷺ tersenyum. Lalu Baginda turun daripada mimbar dan menghampiri pokok tamar yang tidak jauh dari mimbar tersebut. Rasulullah ﷺ meletakkan tangan pada batang pokok tamar dan mengusap-usap dengan perlahan-lahan.

Rasulullah ﷺ berkata pada pokok tamar itu: “Jika engkau mahu, aku akan jadikan engkau dinding masjid ini, akarmu tumbuh lagi, tubuhmu hidup lagi dan engkau berbuah lagi. Atau jika engkau mahu, aku akan berdoa kepada Allah سبحانه وتعالى agar engkau akan menjadi pokok di syurga, supaya para wali Allah dapat memakan buah-buahmu.”

Batang tamar itu menjawab: “Saya memilih untuk ditanam ke dalam tanah dan akan tumbuh di syurga supaya wali-wali Allah dapat memakan buahku dan saya berada di tempat dimana di dalamnya saya kekal.”

Lalu goncangan tanah dan suara rintihan pun berhenti. Rasulullah ﷺ kemudian kembali pada mimbar dan menyampaikan kejadian tersebut kepada para sahabatnya. Rasulullah ﷺ berkata:“Ia (pokok kurma) memilih negeri yang kekal berbanding negeri yang fana ini!”

Rasulullah ﷺ kemudian menyuruh supaya ditanamkan batang pokok tamar itu berhampiran mimbar dan mengatakan bahawa ia akan dibangkitkan di dalam syurga.

Jabir RA berkata, “Pokok kurma itu juga menangis apabila ia mendengar orang berzikir atau mendengar bacaan al-Quran dekatnya.” (Hadis Riwayat Bukhari).

Begitulah kisah batang kering dari pokok tamar yang menangis kerana rindu kepada Rasulullah ﷺ. Sayang, kasih dan rindunya sebatang pokok tamar kepada Rasulullah ﷺ sehingga menangis kerana Rasulullah ﷺ beralih mimbar untuk berkhutbah. Betapa mulianya pokok tamar yang tidak akan terkena seksa api neraka seperti pada zaman Rasulullah ﷺ.

Hasan al-Basri apabila meriwayatkan kisah ini, beliau pun menangis dan berkata; “Wahai hamba Allah! Batang tamar pun rindu kepada Rasulullah ﷺ, maka kamu semua lebih utama untuk merasa rindu bertemu dengan Rasulullah ﷺ.”

Bayangkan! Sebatang pokok tamar tidak mahu jauh dari Nabi Muhammad ﷺ, padahal cuma berjarak beberapa meter. Bagaimana pula cinta kasih kita kepada Rasulullah ﷺ, nabi kesayangan kita? Kita yang mengaku sebagai umatnya, pernahkah kita menangis teresak-esak kerana Rasulullah ﷺ?

Bukan sekadar pengakuan lidah, apa bukti kecintaan dan kerinduan kita kepada Rasulullah ﷺ? Sejauh mana kita merasakan rindu untuk bertemu dan berada dekat dengan Al-Mushthafa Muhammad ﷺ. Maafkan kami ya Rasulullah ﷺ.

Alangkah malunya kita yang mengaku sebagai umat Nabi Muhammad ﷺ tetapi tidak pernah berasa rindu kepada Baginda ﷺ. Apatah lagi jarang-jarang berselawat kepada junjungan Nabi Muhammad ﷺ. Malah ada di kalangan kita nak jawab selawat pun susah, begitu bakhilnya diri kita nak melontarkan sebaris kalimah selawat.

Salawat orang Mukmin ialah memohon rahmat daripada Allah سبحانه وتعالى ke atas Nabi Muhammad ﷺ.
إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا

“Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya bersalawat (memberi segala penghormatan dan kebaikan) ke atas Nabi (Muhammad ﷺ). Wahai orang-orang yang beriman! Bersalawatlah kamu ke atasnya serta ucapkanlah salam dengan penghormatan.” (Al-Ahzab: Ayat 56)

Mendekati Rasulullah ﷺ banyak caranya, misalnya dengan membaca selawat, zikir, mendatangi majlis-majlis ilmu, berkawan dengan orang soleh dan sebagainya. Sebarkan sirah, cara kehidupan, sejarah Nabi ﷺ kepada ahli keluarga dan terhadap orang-orang sekelilingmu….

Marilah kita perbanyakkan selawat kepada Nabi ﷺ di samping berdoa semoga suatu hari nanti kita akan bertemu dengan Rasulullah ﷺ dan memperolehi syafaat Baginda ﷺ.

Salam rindu hanya buatmu Ya Rasulullah ﷺ….

اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَىى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ عَبْدِكَ وَرَسُولِكَ النَّبِيِّ الأُمِّيّ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلِّمْ

والله أعلم بالصواب

Wallahu A’lam Bish Shawab

(Hanya Allah سبحانه وتعالى Maha Mengetahui apa yang benar)

..
وَالسَّلاَمُ عَلَيْكَمْ وَرَحْمَةُ اللهُ وَبَرَكَاتُه

Friday, 9 May 2014


KISAH API YANG DITURUNKAN DIDUNIA





Diriwayatkan bahawa Rasululallah SAW pernah menceritakan betapa asalnya kejadian api di dunia ini. Setelah nabi Adam ASdihantar ke dunia kerana kesalahannya memakan buah larangan maka Allah SWT telah memerintahkan malaikat Jibril AS supaya mengambil api dari neraka untuk dihantar ke dunia untuk kegunaan Nabi Adam AS. Maka Jibril AS pun diperintahkan utk meminta api tersebut daripada malaikat penjaga api neraka iaitu Zabaniah.

Jibril : wahai zabaniah, aku diperintah utk mengambil sedikit api neraka utk dihantar ke dunia bagi kegunaan Adam AS.
Zabaniah : sebanyak mana sedikit itu ?
Jibril : sebesar kurma. .
Zabaniah : kalau sebesar buah kurma api neraka itu engkau bawa nescaya akan cairlah tujuh lapis langit dan tujuh lapis bumi akibat kepanasanya.
Jibril : kalau begitu berilah aku sebesar separuh dari buah kurma…
Zabaniah : kalau sebesar separuh buah kurma api neraka ini engkau letakkan di dunia nescaya tidak akan turun walaupun setitik hujan dari langit dan tidak ada suatu pun tumbuhan akan tumbuh di bumi nanti..

Memandangkan keadaan yang rumit ini maka Jibril AS pun menghadap Allah untuk mendapatkan saiz yg perlu di hantar ke dunia.

Allah SWT pun memerintahkan supaya Jibril mengambil sebesar ZARAH sahaja dari api neraka utk di bawa ke dunia. Maka Jibril AS pun mengambil api neraka sebesar zarah dari Zabaniah tetapi oleh kerana kepanasan yg keterlaluan api neraka sebesar zarah itu terpaksa disejukkan dengan mencelupnya sebanyak 70 kali kedalam sungai di syurga dan sebanyak 70 buah sungai.

Selepas itu Jibril AS pun membawa api itu turun ke dunia dan diletakkan diatas sebuah bukit yg tinggi.Sejurus setelah diletakkan api tersebut,tiba-tiba bukit itu terus meleleh dan cair.Maka cepat-cepat malaikat Jibril mengambil semula api tersebut dan menghantar semula ke neraka. Hanya sisa-sisanya sajalah yang terdapat di dunia ini seperti api yg sering kita gunakan untuk pelbagai keperluan termasuk api gunung berapi dan sebagainya.


PENGAJARAN
Bayangkanlah kepanasan api neraka yang sebesar zarah yang terpaksa disejukan dalam 70 buah sungai dengan sebanyak 70 celup setiap sungai dan hanya sisanya saja itupun manusia tidak dapat bertahan akan kepanasanya bagaimana dengan api di neraka itu sendiri. SEBESAR ZARAH SAHAJA.

Wednesday, 13 November 2013




NABI SULAIMAN DAN SEMUT





Sulaiman bin Daud adalah satu-satunya Nabi yang memperoleh keistimewaan dari Allah SWT sehingga bisa memahami bahasa binatang. Dia bisa bicara dengan burung Hud Hud dan juga boleh memahami bahasa semut.

Dalam Al-Quran surah An Naml, ayat 18-26 adalah contoh dari sebahagian ayat yang menceritakan akan keistimewaan Nabi yang sangat kaya raya ini.

Firman Allah, “Dan Sulaiman telah mewarisi Daud dan dia berkata, “hai manusia, kami telah diberi pengertian tentang suara burung dan kami diberi segala sesuatu. Sesungguhnya (semua) ini benar-benar suatu kurnia yang nyata.”

Dan dihimpunkan untuk Sulaiman tentaranya dari jin, manusia dan burung, lalu mereka itu diatur dengan tertib (dalam barisan) sehingga apabila mereka sampai di lembah semut berkatalah seekor semut, “Hai semut-semut, masuklah ke dalam sarang-sarangmu agar kamu tidak diinjak oleh Sulaiman dan tentaranya, sedangkan mereka tidak menyadari.”

Maka Nabi Sulaiman tersenyum dengan tertawa kerana mendengar perkataan semut itu. Katanya, “Ya Rabbi, limpahkan kepadaku kurnia untuk mensyukuri nikmat-Mu yang telah Engkau anugerahkan kepadaku dan kepada kedua orang tuaku; karuniakan padaku hingga boleh mengerjakan amal soleh yang Engkau ridhai; dan masukkan aku dengan rahmat-Mu ke dalam golongan hamba-hambaMu yang soleh.” (An-Naml: 16-19)
Menurut sejumlah riwayat, pernah suatu hari Nabi Sulaiman as bertanya kepada seekor semut, “Wahai semut! Berapa banyak engkau perolehi rezeki dari Allah dalam waktu satu tahun?”

“Sebesar biji gandum,” jawabnya. Kemudian, Nabi Sulaiman memberi semut sebiji gandum lalu memeliharanya dalam sebuah botol. Setelah genap satu tahun, Sulaiman membuka botol untuk melihat nasib si semut. Namun, didapatinya si semut hanya memakan sebahagian biji gandum itu.

“Mengapa engkau hanya memakan sebahagian dan tidak menghabiskannya?” tanya Nabi Sulaiman.

“Dahulu aku bertawakal dan pasrah diri kepada Allah,” jawab si semut. “Dengan tawakal kepada-Nya aku yakin bahawa Dia tidak akan melupakanku. Ketika aku berpasrah kepadamu, aku tidak yakin apakah engkau akan ingat kepadaku pada tahun berikutnya sehingga boleh memperoleh sebiji gandum lagi atau engkau akan lupa kepadaku. Kerana itu, aku harus tinggalkan sebahagian sebagai bekal tahun berikutnya.”

Nabi Sulaiman, walaupun ia sangat kaya raya, namun kekayaannya adalah nisbi dan terbatas. Yang Maha Kaya secara mutlak hanyalah Allah SWT semata-mata. Nabi Sulaiman, meskipun sangat baik dan kasih, namun yang Maha Baik dan Maha Kasih dari seluruh pengasih hanyalah Allah SWT semata. Dalam diri Nabi Sulaiman tersimpan sifat terbatas dan kenisbian yang tidak dapat dipisahkan; sementara dalam Zat Allah sifat mutlak dan absolut.

Bagaimanapun kayanya Nabi Sulaiman, dia tetap manusia biasa yang tidak boleh sepenuhnya dijadikan tempat bergantung. Bagaimana kasihnya Nabi Sulaiman, dia adalah manusia biasa yang menyimpan kedaifan-kedaifannya tersendiri. Hal itu diketahui oleh semut Nabi Sulaiman. Kerana itu, dia masih tidak percaya kepada janji Nabi Sulaiman ke atasnya. Bukan kerana khuatir Nabi Sulaiman akan ingkar janji, namun khuatir Nabi Sulaiman tidak mampu memenuhinya lantaran sifat manusiawinya. Tawakal atau berpasrah diri bulat-bulat hanyalah kepada Allah SWT semata, bukan kepada manusia.

Monday, 28 October 2013

KISAH JIN AFRIT YANG HANCUR OLEH AYAT KURSI








Bismillahir-Rahmaanir-Rahim … Ayat kursi memiliki banyak fadilah atau keutamaan. Salah satunya adalah bisa untuk menaklukkan makhluk halus. Hal ini seperti yang dilakukan oleh Saudagar kaya raya bernama Ka'ab yang membunuh Jin Ifrit dengan bacaan Ayat Kursi.

Imam Ghazali menerangkan dalam kitabnya, Khawasul Qur’an: bahwa ibnu Kutaibah meriwayat-kan suatu peristiwa yang terjadi dinegeri Basrah.

Pada Suatu hari, seorang pedagang bernama Ka'ab melakukan perjalanan ke negeri Basrah.

Ia membawa barang dagangannya untuk dijual. Setelah Ka'ab sampai di Basrah, dia mencari tempat penginapan, akan tetapi semua penginapan pada hari itu ternyata tidak ada yang kosong. Semua telah dipesan oleh pedagang yang lebih dahulu datang sebelum Ka'ab.

Karena kehabisan penginapan, Ka'ab berinisiatif mencari tempat istirahat. Ia kemudian menemukan sebuah rumah kosong yang pada dindingnya terdapat banyak sarang laba-laba. Ka'ab akhirnya berhasil menemui pemiliknya. Ia bermaksud menyewa rumah itu selama kurang lebih satu minggu.

"Rumah ini aneh sekali, selalu menjadi pembicaraan masyarakat disini," kata si pemilik rumah.

"Apa yang terjadi pada rumahmu in?" tanya Ka'ab.

"Kata beberapa orang, rumah ini didiami oleh Jin Ifrit. Sudah banyak orang yang mencoba menempatinya, namun akhirnya mereka semua binasa," jelas si pemilik rumah.

Merasa terpaksa karena tidak menemukan penginapan, akhirnya Ka'ab bersedia menempati rumah kosong itu.

"Meskipun orang lain berkata demikian, saya sanggup tinggal disini asalkan Tuan mengizinkan saya," pinta Ka'ab.

"Baiklah, saya tidak keberatan dan saya tidak akan meminta bayaran sedikitpun," jawab si pemilik rumah.

Ka'ab akhirnya tinggal di rumah kosong yang angker itu. Pada malam itu, tidak ada hal ganjil yang dialaminya. Keesokan harinya Ka'ab berkeliling untuk menjual barang dagangannya, dan ketika matahari hampir terbenam, ia kembali pulang.

Malam itu Ka'ab mengalami beberapa keanehan. Matanya sulit sekali untuk dipejamkan.

Kemudian dalam kondisi yang sepi, tiba-tiba ia dikejutkan dengan sosok bayangan hitam yang memiliki dua mata menyala-nyala seperti bara api yang mendekatinya. Maka secara spontan, Ka'ab terjaga dan membaca ayat Kursi.

Akan tetapi bayang-bayang itu tidak menghilang, malah sosok hitam itu turut mengikuti apa yang dibaca oleh Ka'ab, hingga hampir sampai pada akhir ayat Kursi.

Jin Ifrit Terbakar Sampai Jadi Abu ...

Akan tetapi setelah Ka'ab membaca akhir ayat KursiWalaa Yauuduhu hifzuhumaa wa huwal aliyyul 'adziim, bayang-bayang hitam itu lenyap dan suaranya sudah tidak terdengar lagi.

Ka'ab heran dan ia terus mengulangi bacaannya hingga ayat Kursi yang terakhir untuk memastikan bayang-bayang hitam itu benar-benar hilang. Lenyapnya Jin Ifrit itu disertai bau seperti barang yang terbakar.

Keesokan paginya, Ka'ab mendapati di salah satu sudut rumah itu terdapat bekas-bekas abu seperti ada sesuatu yang telah terbakar. Di saat itu, Ka'ab mendengar suara gaib,

"Hai Ka'ab, engkau telah membakar Jin Ifrit yang kuat."

"Dengan apa aku membakarnya?" tanya Ka'ab.

"Dengan firman Allah,Walaa Yauuduhu hifzuhumaa wa huwal aliyyul 'adziim,"jawab suara gaib itu.

Demikian kisah Tewasnya Jin Ifrit oleh Ayat Kursi ..

Seperti diketahui, Ayat Kursi diwahyukan kepada Rasulullah SAW diiringi oleh ribuan malaikat karena kebesaran dan kesucian ayat tersebut. Karena itu, Jin Ifrit yang kuat pun tidak mampu menahan kehebatan Ayat Kursi. Wallahu’alam bishshawab, ..

AINUL MARDHIAH BUAT SYUHADAH FIL SABILLAH



Ainul Mardhiah (mata yang diredhai) merupakan seorang bidadari yang paling cantik dikalangan bidadari-bidadari yang lain. Suatu pagi ketika nabi memberi kata-kata semangat di kalangan sahabat untuk berjihad pada agama Allah, katanya siapa-siapa yang keluar di jalan Allah tiba-tiba ia shahid, maka dia akan dianugerahkan seorang bidadari yang paling cantik dikalangan bidadari2 syurga. Mendengar berita itu seorang sahabat yang usianya sangat muda teringin sangat nak tahu bagaimana cantiknya bidadari tersebut…. tetapi dia malu nak bertanyakan kepada nabi kerana malu pada sahabat-sahabat yang lain.

Namun dia tetap beri nama sebagai salah sorang yang akan keluar/pergi. Sebelum Zohor sunnah nabi akan tidur sebentar (dipanggil khailulah, maka sahabat yang muda tadi juga turut bersama jemaah tadi… tidur bersama-sama)

Dalam tidur tersebut dia bermimpi berada di satu tempat yang sungguh indah, dia bertemu dengan seorang yang berpakaian yang bersih lagi cantik dan muka yang berseri2 lalu ditanyanya di manakah dia… lalu lelaki itu menjawab inilah syurga. Lalu dia menyatakan hasrat untuk berjumpa dengan ‘Ainul Mardhiah… lalu ditunjuknya di suatu arah maka berjalan dia… di suatu pepohon beliau mendapati ada seorang wanita yang tak pernah dia lihat kecantikan begitu… tak pernah dilihat didunia ini… lalu diberi salam dan dia bertanya andakah ainul mardhiah… wanita itu menjawab ehh tidakk… saya khadamnya ainul mardhiah ada di dalam singgahsana sana.

Lalu dia berjalan dan memasuki satu mahligai yang cukup indah dan mendapati ada seorang lagi wanita yang kecantikannya berganda-ganda dari yang pertama tadi sedang mengelap permata-mata perhiasan di dalam mahligai…lalu diberi salam dan di tanya lagi adakah dia ainul mardiah lalu wanita itu menjawab…eh tidakkk saya hanya khadamnya di dalam mahligai ini…ainul mardiah ada di atas mahligai sana,….. lalu dinaikinya anak-anak tangga mahligai permata itu kecantikkannya sungguh mengkagumkan. .. lalu dia sampai ke satu mahligai dan mendapati seorang wanita yang berganda-ganda cantik dari yang pertama dan berganda-ganda cantiknya dari yang kedua…. dan tak pernah dia lihat di dunia…. lalu wanita itu berkata… akulah ainul mardhiah, aku diciptakan untk kamu dan kamu diciptakan untk aku…. bila lelaki itu mendekatinya wanita itu menjawab… nantiii kamu belum syahid lagiiii….. .tersentak itu pemuda itu pun terjaga dari tidurnya lalu dia menceritakan segala-galanya kepada satu sahabat lain, namun begitu dia memesan agar jangan menceritakan cerita ini kepada nabi SAW… tapi sekiranya dia shahid barulah ceritakan kepada nabi.

Petang itu pemuda itu bersama-sama dengan jemaah yang terdapat Nabi di dalamnya telah keluar berperang lalu ditakdirkan pemuda tadi telah shahid. Petang tersebut ketika semua jemaah telah pulang ke masjid, di waktu hendak berbuka puasa maka mereka telah menunggu makanan untuk berbuka (tunggu makanan adalah satu sunnah nabi). Maka kawan sahabat yang shahid tadi telah bangun dan merapati nabi SAW dan menceritakan perihal sahabat nabi yang syahid tadi… dalam menceritakan itu nabi menjawab benar… benar…benar. .. dalam sepanjang cerita tersebut.

Akhirnya nabi SAW berkata memang benar cerita sahabat kamu tadi dan sekarang ini dia sedang menunggu untuk berbuka puasa di syurga….



subhanallah..


SUMAYYAH BINTI KHAYYAT: WANITA SYAHIDAH PERTAMA ISLAM


Dialah Sumayyah binti Khayyat, hamba sahaya dari Abu Hudzaifah bin Mughirah. Beliau dinikahi oleh Yasir, seorang pendatang yang kemudian menetap di Mekkah, sehingga tak ada kabilah yang dapat membelanya, menolongnya, dan mencegah kezaliman atas dirinya. Dia hidup sebatang kara, sehingga posisinya sulit di bawah aturan yang berlaku pada masa jahiliah.

Begitulah Yasir mendapati dirinya menyerahkan perlindungannya kepada Bani Makhzum. Beliau hidup dalam kekuasaan Abu Hudzaifah, yang dia dinikahkan dengan budak wanita bernama Sumayyah, tokoh yang kita bicarakan ini, dan beliau hidup bersamanya serta tenteram bersamanya. Tidak berselang lama dari pernikahannya, lahirnya anak mereka berdua yang bernama Ammar dan Ubaidullah.

Tatkala Ammar hampir menjelang dewasa dan sempurna sebagai seorang laki-laki, beliau mendengar agama baru yang didakwahkan oleh Muhammad bin Abdullah kepada beliau. Berpikirlah Ammar bin Yasir sebagaimana yang dipikirkan oleh penduduk Mekkah, sehingga kesungguhan beliau dalam berpikir dan lurusnya fitrah beliau, menggiringnya untuk memeluk dinul Islam.

Ammar kembali ke rumah dan menemui kedua orang tuanya dalam keadaan merasakan lezatnya iman yang telah terpatri dalam jiwanya. Beliau menceritakan kejadian yang beliau alami hingga pertemuannya dengan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, kemudian menawarkan kepada keduanya untuk mengikuti dakwah yang baru tersebut. Ternyata, Yasir dan Sumayyah menyahut dakwah yang penuh berkah tersebut dan bahkan mengumumkan keislamannya. Sumayyah pun menjadi orang ketujuh yang masuk Islam.

Dari sinilah dimulainya sejarah yang agung bagi Sumayyah binti Khayyat, yang bertepatan dengan permulaan dakwah Islam dan sejak fajar terbit untuk yang pertama kalinya.
Penyiksaan kaum kafir Quraisy kepada Sumayyah binti Khayyat

Bani Makhzum mengetahui akan hal itu, karena Ammar dan keluarganya tidak memungkiri bahwa mereka telah masuk Islam, bahkan mereka mengumumkan keislamannya dengan kuat sehingga orang-orang kafir tidak menanggapinya melainkan dengan pertentangan dan permusuhan.

Bani Makhzum segera menangkap keluarga Yasir dan menyiksa mereka dengan bermacam-macam siksaan agar mereka keluar dari din mereka, mereka memaksa dengan cara mengeluarkan mereka ke padang pasir tatkala keadaannya sangat panas dan menyengat. Mereka membuang Sumayyah ke sebuah tempat dan menaburinya dengan pasir yang sangat panas, kemudian meletakkan di atas dadanya sebongkah batu yang berat. Akan tetapi, tiada terdengar rintihan atau pun ratapan, melainkan ucapan, “Ahad … Ahad ….” Sumayyah binti Khayyat ulang-ulang kata tersebut sebagaimana yang dilakukan oleh Yasir, Ammar, dan Bilal.

Suatu ketika, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menyaksikan keluarga muslim tersebut yang tengah disiksa dengan kejam, maka beliau menengadahkan ke langit dan berseru,

                                                      صَتْرًاآلَ يَاسِرٍفَإِ نِّ مَوْعِدَكُمُ الْجَنَّةُ

“Bersabarlah, wahai keluarga Yasir, karena sesungguhnya tempat kembali kalian adalah surga.”

Sumayyah binti Khayyat mendengar seruan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam maka beliau bertambah tegar dan optimis. Dengan kewibawaan imannya, dia mengulang-ulang dengan berani, “Aku bersaksi bahwa engkau adalah Rasulullah dan aku bersaksi bahwa janjimu adalah benar.”

Begitulah, Sumayyah binti Khayyat telah merasakan kelezatan dan manisnya iman sehingga bagi beliau kematian adalah sesuatu yang remeh dalam rangka memperjuangkan akidahnya. Hatinya telah dipenuhi kebesaran Allah subhanahu wa ta’ala, maka dia menganggap kecil setiap siksaan yang dilakukan oleh para tagut yang zalim; mereka tidak kuasa menggeser keimanan dan keyakinannya, sekalipun hanya satu langkah semut.

Sementara Yasir telah mengambil keputusan sebagaimana yang dia lihat dan dia dengar dari istrinya,Sumayyah binti Khayyat pun telah mematrikan dalam dirinya untuk bersama-sama dengan suaminya meraih kesuksesan yang telah dijanjikan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Tatkala para tagut telah berputus asa mendengar ucapan yang senantiasa diulang-ulang oleh Sumayyah binti Khayyat maka musuh Allah Abu Jahal melampiaskan keberangannya kepada Sumayyah dengan menusukkan sangkur yang berada dalam genggamannya kepada Sumayyah binti Khayyat. Terbanglah nyawa beliau dari raganya yang beriman dan suci bersih. Beliau adalah wanita pertama yang syahid dalam Islam. Beliau gugur setelah memberikan contoh baik dan mulia bagi kita dalam hal keberanian dan keimanan, beliau telah mengerahkan segala yang beliau miliki dan menganggap remeh kematian dalam rangka memperjuangkan imannya. Beliau telah mengorbankan nyawanya yang mahal, dalam rangka meraih keridhaan Rabbnya. Mendermakan jiwa adalah puncak tertinggi dari kedermawanan.

Wednesday, 11 September 2013

KAMAL AT-TARTUK : IBLIS TURKI YANG WAJIB DI KENALI OLEH UMMAT ISLAM!!


Mastafa Kamal Ataturk diberi gelaran al-Ghazi (orang yang memerangi). Perkataan Ataturk bermakna bapa orang Turki. Ataturk ialah orang yang bertanggungjawab meruntuhkan Khilafah Islam Uthmaniyah Turki pada tahun 1343H (1924M).

Beliau dilahirkan pada tahun 1299H (1880M) di bandar Salonika, Greek yang ketika itu merupakan taklukan Khilafah Uthmaniyyah. Bapanya bernama Ali Reda Afandi, berkerja sebagai pengawal di jabatan kastam.

H.S. Armstrong, salah seorang pembantu Ataturk dalam bukunya yang berjudul ‘al-Zi’bu al-Aghbar’ atau ‘al-Hayah al- Khasah li Taghiyyah’ telah menulis:

‘Sesungguhnya Ataturk adalah daripada keturunan Yahudi. Nenek moyangnya adalah Yahudi yang berpindah dari Sepanyol ke bandar Salonika.”

Golongan Yahudi ini dinamakan dengan Yahudi Daunamah yang terdiri daripada 600 buah keluarga. Mereka mendakwa memeluk Islam pada tahun 1095H (1683M), tetapi masih menganut agama Yahudi secara senyap-senyap. Ini diakui sendiri oleh bekas Presiden Israel, Yitzak Zifi, dalam bukunya Daunamah terbitan tahun 1377H (1957M):

“Ada kumpulan-kumpulan agama yang masih menganggap diri mereka sebahagian daripada Nabi Israel. Antara mereka ada satu kumpulan iaitu kumpulan Daunamah yang Islam hanya pada zahir tetapi mengamalkan ajaran Yahudi secara senyap-senyap.”

Ketika Mustafa kamal mencapai usia 12 tahun, beliau memasuki Sekolah Tentera Salonika. Kemudian beliau menyambung pelajaran di Akademi Tentera Monasitar pada tahun 1302H (1885M). Pada tahun 1322H (1905M), beliau memasuki kolej tentera di Istanbul dan menamatkan latihan ketenteraannya pada tahun 1325H. (1907M). Kemudiannya, beliau telah ditugaskan di Kem Tentera Batalion ketiga di Salonika.

Di sini bermulanya usaha Ataturk dalam memusuhi Khalifah Uthmaniyyah dan agama islam. Dengan kedudukannya sebagai graduan kolej tentera, beliau telah mengingatkan rakan-rakan pegawainya agar tidak tertipu dengan pemikiran dunia Islam.

Beliau telah mengubah ucapan Assalamualakum kepada Marhaban Bikum (Selamat Datang). Tindakan belaiu selanjutnya ialah menubuhkan Pertubuhan Kebangsaan dan Kebebasan yang bertujuan untuk menghapuskan Kerajaan Uthmaniyyah yang menurutnya mengamalkan pemerintahan kuku besi, tetapi malangnya Pertubuhan Bersatu dan Maju yang ketika itu juga bergiat cerdas menentang pemerintahan Islam telah menjadi batu penghalang kepada pengerakan Ataturk ini.

Imej Mustafa Kamal menonjol selepas meletusnya Perang Dunia Pertama apabila beliau dipilih sebagai panglima pasukan ke -19 di Sinaq Qal’ah. Pasukannya dapat mengalahkan tentera British sebanyak dua kali di Semanjung Ghalibuli di Balkan Darnadil meskipun kekuatan tentera British mampu mengalahkan tentera Artaturk. Dengan kemenangan tersebut, Ataturk telah dinaikkan pangkat kapten dan kemudiannya jeneral pada tahun 1335H.(1916M).

Pada hakikatnya, kemenangan yang dicapai oleh Mustafa Kamal adalah kemenangan yang disengajakan hasil rancangan tentera Inggeris supaya reputasi Ataturk dipandang tinggi oleh Kerajaan Uthmaniyyah. Ini kerana peperangan di antara tentera Uthmaniyyah dengan tentera bersekutu berlanjutan selama beberapa hari tanpa mana-mana pihak mencapai sebarang kemenangan sehingga menyebabkan kedua-dua belah pihak bertahan di kawasan masing-masing untuk beberapa bulan. Akhirnya pihak Inggeris secara mengejut tanpa disangka-sangka telah meninggalkan kawasan pantai Ghalibuli.

Pada tahun 1337H (1918M), Ataturk telah mengetuai satu pasukan tentera di Palestin. Beliau telah menghentikan peperangan terhadap Inggeris, musuh Kerajaan Kerajaan Uthmaniyyah secara mengejut dan membenarkan Inggeris mara ke sebelah utara tanpa mendapat sebarang tentangan. Ketika itulah ia mengadu jatuh sakit dan telantar di di Kem Nablus. Tindakannya itu telah menimbulkan pelbagai spekualasi dan tanda tanya, lantas beliau membawa pasukan tenteranya ke utara sehingga ke Damsyik. Di sana, beliau telah mengeluarkan perintah supaya menghentikan tentangan terhadap Inggeris sekaligus membuka peluang kepada Inggeris untuk mara ke wilayah-wilayah Uthmaniyyah.

Selepas kekalahan Turki dan perisytiharan gencatan senjata, Inggeris meminta khalifah membubarkan Dewan Rakyat yang berkuasa menentukan kekuasaan khalifah. Selepas pembubaran itu, Inggeris mencetuskan pula huru hara dalam istana Kerajaan Uthmaniyyah sepanjang tempoh dua tahun 1337 – 1338H (1918-1919M) dan meminta khalifah menghentikan angkara yang sengaja mereka rancangkan itu. Mereka kemudian mencadangkan Mustafa Kamal untuk memikul tugas tersebut. Ini supaya Mustafa dapat menjadi orang yang berupaya memenuhi aspirasi rakyat dan satu-satunya pegawai tinggi tentera yang layak mendapat penghargaan daripada pihak tentera.

Kedudukkan dan kehebatan Mustafa Kamal kian terserlah di mata orang ramai, manakala reputasi institusi khalifah pula semakin menurun. Pada waktu yang sama beliau telah merealisasikan perancangan Pihak Bersekutu untuk menguasai wilayah-wilayah Kerajaan Uthmaniyyah.

Taktik yang digunakan oleh Inggeris untuk menjayakan rancangan tersebut ialah dengan membebaskan Greek daripada penguasaan Izmir dan ini terang-terang bercanggah dengan teks perjanjian yang telah dimenteraikan oleh Pihak Bersekutu. Semua ini berjalan dengan pantas sekali apabila tentera Greek melepaskan tembakan kepada orang Islam Turki di jalan-jalanraya, memaksa mereka menaggalkan tarbus yang kemudian dipijak-pijak dengan kaki, menaggalkan purdah yang dipakai oleh wanita Muslim, membakar perkampungan Islam di Izmir dan menyembelih orang Islam tanpa belas kasihan.

Di tengah-tengah kegawatan tersebut, kapal Ainabuli telah berlabuh di perairan Izmir di tengah-tengah armada laut Inggeris dan Greek, lalu Ataturk menuju ke Izmir dan mengerah segala keupayaannya dan memperlihatkan modus operandi yang menyakinkan dalam menentang Greek.

Ataturk mengutus telegram kepada khalifah untuk menjelaskan keadaan yang genting ini. Akan tetapi kerajaan mendesak beliau pulang untuk mengelakkan belaiu daripada terus menimbulkan huru-hara. Khalifah cuba memujuk Ataturk tetapi beliau tetap enggan pulang malahan menghantarkan telegram kepada baginda, “Saya akan tinggal di Anadul sehingga kemerdekaan dapat dicapai.”

Ataturk mula melancarkan revolusi yang disokong sepenuhnya oleh Inggeris dan beliau telah berjaya pada peringat permulaan. Ini berlaku apabila gerakan beliau telah disertai oleh para pemimpin muda dan pemikir-pemikir yang meletakkan syarat agar tidak membabitkan khalifah.

Pertempuran di antara tentera Uthmaniyah dengan Greek telah berlanjutan selama satu setengah tahun. Semasa pertempuran sedang berlaku, Pihak Bersekutu telah mengumumkan bahawa mereka berkecuali. Sungguh menghairankan kerana senjata-senjata yang dibelakkan kepada Mustafa Kamal adalah dari Rusia hasil perancangan rapi pihak Inggeris di Busfor sekalipun Rusia memang memusuhi Kerajaan Uthmaniyyah.

Pada 23 Mac 1921M (1340H), tentera Greek mencetuskan kembali api peperangan. Pada bulan September tahun yang sama, pertempuran di antara kedua-dua belah pihak terhenti apabila Greek menarik keluar tenteranya dari Izmir. Dua hari selepas itu, tentera-tentera Uthmaniyyah mula memasuki Izmir tanpa menggunakan sebarang kekerasan.

Propaganda Barat telah membesar-besarkan kemenangan pimpinan Mustafa Kamal ini dan menyebarkannya dengan cepat ke negara-negara Islam. Orang Islam telah tertipu dengan tindakan Mustafa yang berjaya memenuhi aspirasi mereka sehinggakan Ahmad Shauqi pernah memuji beliau melalui sebuah qasidah yang mengumpamakan Ataturk seperti Khalid bin al-Walid.

“Maha Besar Allah betapa kemenangan yang penuh keajaiban, Khalid Turki hidupkanlah kembali, Khalid Arab.”

Malangnya impian mereka yang tertipu dengan tindakan Mustafa tidak tercapai kerana 3 Mac 1343H (1924M), tersiar berita tentang pembubaran Kerajaan Khalifah. Khalifah dan kerabat diraja telah dihalau keluar dari negara Turki, manakala dua buah kementerian iaitu Kementerian Wakaf dan Kementerian Undang-Undang Syari’ah telah dimansuhkan. Sekolah-sekolah agama telah ditukar menjadi sekolah-sekolah awam.

Musuh-musuh Islam melihat bahawa penghapusan Khilafah Islamiah bukanlah suatu perkara mudah. Ia hanya akan tercapai dengan cara menonjolkan seorang wira yang agung dan Mustafa merupakan orang yang digelar wira tersebut.

Pihak Inggeris telah melaksanakan rancangan ini bersama-sama Mustafa Kamal sendiri. Mereka juga telah membebaskan Greek dari Izmir dengan mendakwa Mustafa adalah pahlawan sebenar yang menjayakan kemenangan tersebut. Seluruh rakyat mula mempercayai perkara ini dan bagi Inggeris inilah masa yang paling sesuai untuk memasukkan jarumnya bagi menghancurkan Islam.

Sungguh menghairankan, cara ini masih tetap digunakan oleh musuh-musuh Islam untuk menlancarkan serangan terhadap islam sehingga hari ini.

Inggeris mengiktiraf kemerdekaan Turki dan mengundurkan tenteranya apabila Ataturk membubarkan pemerintahaan khalifah. Pernah seorang ahli Parlimen Inggeris menyoal Lord Carrizon (Menteri Luar British ketika itu) dalam Dewan Parlimen Britain tentang pengiktirafan kemerdekaan Turki. Lord Carrizon membalas, “Apa yang berlaku ialah Turki telah dikuasai tanpa sebarang tentangan kerana kita telah menguasai kekuatan spiritualnya iaitu Sistem khilafah Islam”.

Syeikhul Islam, Mustafa Sabri selepas melarikan diri ke Mesir pernah berkata, “Memang mudah sekali Inggeris menjadikan Mustafa Kamal sebagai wira pada saat mereka menekan Khalifah dan menggulingkan baginda. Dalam episod ini terserlahlah kebolehan Ataturk pada pandangan orang islam. Ataturk adalah seorang lelaki yang tidak ada tolok bandingnya bagi Inggeris. Beliau telah meruntuhkan kesucian Islam (lebih-lebih lagi peradabannya) dalam masa satu hari sahaja sedangkan pihak Inggeris sendiri tidak mampu untuk melakukannya walaupun setahun. Apabila Inggeris berasa yakin dengan keupayaan dan kekuasaan Ataturk, mereka melantiknya menjadi ketua kerajaan boneka tersebut dan sesudah itu mereka pun ke luar dari negara kami.”

Sesungguhnya pembubaran Sistem Khilafah Islamiah merupakan titik tolak dalam urutan strategi yang didokong oleh Ataturk demi untuk memisahkan agama Islam daripada sistem pemerintahan di Turki dan meminggirkan Islam daripada aspek kehidupan.

Ataturk melarang pakaian-pakaian Islam sebaliknya mewajibkan pemakaian fesyen-fesyen Barat. Dalam tempoh beberapa tahun sahaja, beliau telah berjaya menghapuskan perayaan Hari Raya Aidilfitri dan Hari Raya Aidil-adha serta melarang orang islam mengerjakan Ibadah Haji.

Dalam urusan munakahat, belaiu melarang poligami dan membenarkan perkahwinan wanita Islam dengan bukan Islam. Beliau membatalkan cuti hari Jumaat, melarangkan azan dalam Bahasa Arab dengan menukarkannya kepada Bahasa Turki.

Tindakan yang dilakukan oleh Ataturk ini nyata sekali telah memisahkan budaya Turki daripada akar umbi agama Islam dan menghapuskan satu peruntukan yang termaktub dalam Perlembagaan Turki iaitu agama Islam sebagi agama rasmi negara Turki. Ataturk berusaha dan berkerja keras untuk menghapuskan para penentangnya. Beliau membakar akhbar-akhbar, menangkap ketua-ketua pengarang akhbar dan juga mengawasi para ulama. Ataturk juga telah mengasaskan Parti Rakyat Republikan pada tahun 1342H (1923M) dan menjadikan presidennya sehinggalah beliau meninggal dunia pada tahun 1357H (1938M).

Ataturk hidup tanpa isteri dan anak-anak. Isterinya bernama Latifah Hanim hanya mampu tinggal bersamanya selama setahun sahaja kerana tidak tahan denagn kefasikan Ataturk. Kediamannya dipenuhi dengan segala macam kemungkaran daripada arak sehinggalah wanita.

Kamal Ataturk berpendirian bahawa segala masalah yang dihadapi oleh bangsa Turki adalah disumbangkan oleh Islam. Islam dipersalahkan sebagai punca kepada kemunduran dan kehinaan yang dialami oleh bangsa Turki, walaupun sejarah dengan jelas telah membuktikan bahawa Islamlah menunjangi keagungan pemerintahan Islam Daulah Uthmaniah yang pernah mewujudkan kekuasaan merentangi tiga benua.

Menurut Dr Abdullah Azzam dan Dr. Mohammad Redzuan Othman, setelah Kemal Ataturk berkuasa pada 29 Oktober 1932, beliau mengistiharkan kelahiran republik Turki moden dengan :
1. Mengikut segala model Barat dalam pemerintahan.
2. Sistem yang menjadi dasar adalah sistem republik sekular.
3. Menghapuskan sistem pemerintahan khilafah .
4. Pemakaian hijab dilarang di kalangan kaum wanita. Sekiranya dipakai ia dianggap jenayah dan hukuman berat dikenakan.
5. Pemakainan tarbusy oleh lelaki diganti dengan topi. Juga dianggap jenayah sekiranya dipakai.
6. Menggantikan huruf arab dengan latin.
7. Menukar sistem pemerintahan Islam dengan sekular sebagaimana termaktub dalam perlembagaan tahun 1933.
8. Memansuhkan Artikel 2 yang menyatakan ‘Agama Bagi Negara Turki Adalah Islam.’
9. Memansuhkan Kementerian Kehakiman Syariah dan diganti dengan Badan Kehakiman Sivil.
10. Melarang berpoligami dan menyamaratakan hak pewarisan harta dan perkahwinan antara lelaki dan wanita.
11. 3 Mac 1924 sistem pendidikan sekular menjadi dasar dan sebaliknya dia menutup dan memansuhkan semua madrasah, sekolah agama rakyat, gerakan tariqat dan amalan sufi.
12. Menggantikan budaya Islam dengan budaya berasaskan Turki dan Barat.
13. 6 Febuari 1933 arahan telah dikeluarkan agar azan dilaungkan dalam bahasa Turki dan tidak lagi dalam bahasa Arab.
14. Masjid Aya Sofea diubah statusnya menjadi muzium.
15. Melatih tentera cara latihan ala Barat.
16. Mengarahkan supaya dirobohkan tempat azan yang dikumandangkan berhampiran dengan istananya kerana bising dan menganggunya beristirehat.
17. Melarang kaum muslimin mengerjakan Haji di Makkah.
18. Perlembagaan Turki melarang keras sebarang unsur dan usaha mengembalikan Islam untuk ditukar dengan sistem pemerintahan dan dasar sekular yang diasaskan oleh Ataturk. Usaha untuk itu dianggap sebagai jenayah dan boleh didakwa, dan yang mendokongi kuat fahaman ini adalah pihak tentera dan juga sekularis-sekularis tulin.
19. Mendirikan patungnya di setiap tempat.
20. Menghapuskan Kementerian Wakaf.
21. 26 November 1925 menghapuskan penggunaan Kalender Hijrah dan menggantikannya dengan kalender Barat.
22. Mengarahkan agar cuti hujung minggu yang selama ini ialah pada hari Jumaat supaya ditukar ke hari Ahad sebagaimana yang diamalkan oleh Barat.

Pada 23 Mac 1924, Khilafah Uthmaniah pun dihapuskan dengan rasminya oleh Mustafa Kamal Ataturk dari bumi Turki. Satu saat yang paling memilukan hati-hati ummah semesta alam yang cintakan Islam.

Setiap yang bermula akan berakhir, yang kuat akan lemah, yang pasang akan surut, dan kekafiran, kemunafikan, kefasikan dan kezaliman akan terpadam juga akhirnya. Era kezaliman pemimpin brutal ini menemui pintu penghujung hayatnya, yang muda akan tua dan seterusnya akan menemui ajalnya.

Selama 15 tahun (1923-1938) Ataturk bermaharajalela, melakukan kefasadan yang amat luar biasa terhadap Khilafah Uthmaniah Turki dan Ummahnya. Namun dalam tempoh itu sudah amat cukup untuk dia meperlakukan Islam, menodai ummah dan mencalar-balarkan wajah ummah dengan wajah Barat dan sekular dengan semahu-mahunya.

Namun ingatlah bahawa Allah itu Maha Mengetahui, Maha Perkasa dan Maha Adil. Dialah yang menetapkan segala keputusan ke atas segala makhluknya. Di saat kematiannya, Allah telah datangkan beberapa penyakit kepada beliau sehingga beliau rasa terseksa dan tak dapat menanggung seksaan dan azab yang Allah berikan di dunia.

Antaranya ialah :

1. Didatangkan penyakit kulit hingga ke kaki dimana beliau merasa gatal-gatal seluruh badan.
2. Sakit jantung.
3. Penyakit darah tinggi.
4. Panas sepanjang masa, tidak pernah merasa sejuk sehingga terpaksadiarahkan kepada bomba untuk menyiram rumahnya 24 jam.Pembantu-pembantunya juga diarahkan untuk meletak ketulan-ketulan ais di dalam selimutuntuk menyejukkan beliau.

Maha suci Allah, rasa panas tidak hilang-hilang. Oleh kerana tidak tahan dengan kepanasan yang ditanggung,beliau menjerit sehingga seluruh istana mendengar jeritan itu.

Oleh kerana tidak tahan mendengar jeritan, mereka yang bertanggung jawab telah menghantar beliau ke tengah lautan dan diletakkan dalam bot dengan harapan beliau akan merasa sejuk.
Allah itu Maha Besar, panasnya tidak juga hilang!

Pada 26 september 1938, beliau pengsan selama 48 jam disebabkan terlalu panas dan sedar selepas itu tetapi beliau hilang ingatan. Pada 9 November 1938, beliau pengsan sekali lagi selama 36 jam dan akhirnya meninggal dunia. Sewaktu beliau meninggal, tidak seorang pun yang memandi,mengkafan dan menyembahyangkan mayat beliau.

Mayatnya diawetkan selama 9 hari 9 malam, sehingga adik perempuan beliau datang meminta ulama-ulama Turki memandikan, mengkafankan dan menyembahyangkannya. Tidak cukup dari itu, Allah tunjukkan lagi balasan azab ketika mayatnya di bawa ke tanah perkuburan.

Bila mayatnya hendak ditanam, tanah tidak menerimanya. Disebabkan putus asa, mayatnya diawetkan sekali lagi dan dimasukkan kedalam muzium yang diberi nama Etna Grafi selama 15 tahun sehingga tahun 1953).

Selepas 15 tahun mayatnya hendak ditanam semula, tapi Allah Maha Agung, bumi sekali lagi tak menerimanya.Habis ikhtiar, mayatnya dibawa pula ke satu bukit ditanam dalam satubinaan marmar beratnya 44 tan.

Mayatnya ditanam di celah-celah batu marmar. Apa yang menyedihkan, ulama-ulama sezaman dengan Kamal Atartuk telah mengatakan bahawa “jangan kata bumi Turki, seluruh bumi Allah ini tidak menerima Kamal Atartuk”.